Hadiah Rasulullah saw. untuk sahabat yang mampu Shalat dengan KHUSYU

Assalamualaikum wr.wb

Khusu adalah tuduk dan tawadhu serta berketenangan hati dan segala anggota kepada Allah swt. friman Allah surat Al Mu’minuun : 1-2. “sesungguhnya telah nyata keberuntungan dan kemenangan bagi orang yang beriman disebabkan iman dan amal solehnya ” seprti halnya Ibnu Abbs, beliau mengartikan khusu dengan takut dan Tamakninah kehadirat Allah swt. dengan menghilangkan kesombongan hati.

Tumbuhnya keikhlasan ditandai dengan keikhlasan beribadah kepada Allah swt. untuk memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya, dan mengerjakan segala sesuatu yang diridhainya. Ketaatan kepada Allah berarti bertambahnya keinginan bagi orangyang mendirikan shalat untuk melaksanakan perintah Allah dan menghentikan semualarangan-laranga-Nya.

Mengerjakan shalat adalah sebagai perwujudan dari keyakinan yang telah tertanam di dalam hati orang yang mengerjakannya, dan menjadi bukti bahwa ia telah merasakan bahwa dirinya sangat tergantung kepada nikmat Allah karena itu ia berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya.

“siapa diantara kalian yang mampu shalat dengan khusyu, maka akan kuberi hadiah”, tantangna Rasulullah saw kepada para sahabat disaat mereka sedang duduk bersama dalam suatu pertemuan. Para sahabat terdiam. Hanya Abi bin Abi Thalib karramallaahu wajhah yang menyanggupkan diri. Saudara sepupu Rasulullah ini memang dikenal sebagai sahabat yang dapat mencapai kekhusyuan luar biasa. Pernah suatu saat punggungnya terkena panah musuh. Etika seorang sahabat hendak mencabutnya, ia minta agar dicabutnya ketika tengah shalat. Kemudian ia berwudhu dan menjalankan shalat dengan khusyu, sehingga sama sekali tidak merasakan bahwa panah telah dicabut dari punggungnya.

Ternyata Ali bin Abi Thalib yang telah membuktikan sanggup shalat denga khusyu tidak berhasil memenuhi tantangan rasul di atas. Dia memang telah menjalankan shalat dengan benar dan sah. Tetapi ketika hendakmengucapkan salam, pikirannya teringat akan hadiah yang akan diterima nanti, menyebabkan kekhusuannya buyar. Dan membuatnya gagal meraih hadiah yang telah dijanjikan Rasulullah saw.

Kisah diatas menunjukkan betapa shalat yang khusyu tidak mudah dikerjakan oleh sahabat Rasulullah sekalipun. Dengan demikian, maka berbicara tentang khusyu dan manifestasinya, berarti kita membicarakan hal yang ideal yang sulit untuk dicapai. Tetapi bukan berarti kita takkan pernah mencapainya. Kekhusyuan dalam shalat tetap harus diusahakan.

Wassalamualaikum wr.wb

Categories: UMUM | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Trimakasih Telah Berkunjung. kami mohon agar bisa menyempatkan untuk mengisi Buku tamu kami.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: