TINGKATAN TAUHID

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah Setelah kita mengenal makna dan macam-macam tuhid, selanjutnya akan disinggung mengenai tingkatan tauhid yang erat kaitannya dengan tawakal. Tauhid merupakan landasan dari tawakal. Seseorang yang tidak memiliki tauhid, maka ia tidak akan menerapkan tawakal.

Imam Ghazali dalam Kitab Ihya ‘Ulumuddin mengatakan, tauhid memiliki empat tingkatan:

Yang paling utama dan paling sederhana adalah mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah, namun hatinya lalai dari makna tauhid itu sendiri.

Tingkat kedua ialah lisannya mengucapkan lafal tersebut dan hatinya membenarkan makna kalimat tauhid. Tingkatan ini terdapat pada kebanyakan orang-orang muslim dan inilah i’tikadnya orang awam.

Sedang tingkat ketiga adalah dipersaksikan dengan jalan kasyaf (terbuka tabirnya) dengan perantara cahaya kebenaran. Jenjang ini merupakan kedudukan orang-orang yang dekat (muqarabin) kepada Allah.

Tingkatan keempat, bahwa seseorang telah dapat melihat Allah dengan mata batinnya. Tauhid jenis demikian merupakan persaksian orang-orang shiddiqin (orang-orang yang benar). Tingkatan ini paling tinggi. Sementara orang-orang yang salaf menyebitnya sebagai tenggelam dalam tauhid. Dikatakan tenggelam karena seseorang telah larut dan hilang perasaannya terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dalam bahasa sederhana, yang dilihatnya mhanya Allah subhanahu wataala.

Sesungguhnya tauhid dan tawakal tidak dapat dipisahkan. Jika dijabarkan lebih jauh, maka tauhid tingkat pertama dan tingkat kedua masih belum mampu mewujudkan rasa tawakal. Seseorang yang sudah mencapai tauhid ketiga, hatinya akan terbina suatu keyakinan bahwa segala sesuatu itu datangnya dari Allah. Apabila hijab telah tersingkap bagi seseorang, maka dia hanya memandang kepada Allah saja. Bahkan rasa takut pun hanya kepada Allah dan segala sesuatu dapat ditundukan oleh-Nya. Jika seseorang telah masuk pada tingkat tauhid keempat, maka rasa tawakal akan mudah menghiasi hatinya. Dengan demikian, hidup akan terasa indah menyenangkan.

Jika diibaratkan, tingkatan-tingkatan tauhid seperti halnya buah pala. Maksudnya tauhid tingkat pertama baru sampai luarnya. Sedang tauhid tingkat keduanya baru sampai pada kulit bagian bawah. Sementara tingkatan ketiganya baru sampai pada isnya dan tauhid keempat sudah mencapai minyak dari buah pala itu sendiri.

Membahas tauhid mengharuskan kita berbicara tentang hal yang berlawanan dengannya, yaitu syirik (menyekutukan Allah). Ibnu Qayyim dalam ‘Ighatsatu Al-Lahfan’ berkata, sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang paling zalim dan perbuatan yang paling dibenci serta dimurkai Allah. Alasannya syirik menghancurkan hak rububiyah, mengurangi keagungan Allah dan berburuk sangka kepada-Nya. Selain itu, syirik sangat rentan dengan kehidupan kita. Adapun macam-macamnya berupa ramalan, bersumpah kepada selain Allah, ruqyah (jampi-jampi) dan jimat.

Beranjak dari paparan sebelumnya, maka syirik termasuk perbuatandosa besar yang tidak dapat diampuni Allah. Al-Quran menjelaskan: “Sesungguhnya Allah tidak dapat mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu,bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (An-Nisa: 48). Sebagai penutup, somoga kita terus meningkatkan kualitas keimanan, sehingga terhindar dari perilaku syirik.

Wassalamualikum wr.wb

Categories: UMUM | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Trimakasih Telah Berkunjung. kami mohon agar bisa menyempatkan untuk mengisi Buku tamu kami.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: